Etil Ester sebagai Biodiesel Masa Datang

Authors

  • E Suhardono PPPTMGB "LEMIGAS"

DOI:

https://doi.org/10.29017/LPMGB.40.3.185

Keywords:

A

Abstract

Minyak bumi telah beberapa dasa warsa menjadi
sumber energi prima di Indonesia. Namun kebutuhan
akan bahan bakar minyak yang selalu meningkat ini,
tidak diimbangi dengan naiknya produksi minyak
domestik, bahkan pada beberapa tahun terakhir
cenderung turun dengan drastis[1]. Pada tahun 2002
produksi minyak mentah maupun kondensat Indonesia
masih berkisar 1,32 juta barel sampai 1,22 juta
barel per hari [2]. Pada tahun 2004 menurun menjadi
sekitar 1,13 juta barel per hari dan sampai September
2005, Indonesia hanya memproduksi sekitar 1,04
juta barel hingga 1,07 juta barel perhari.
Kecenderungan penurunan produksi ini terjadi antara
lain karena sumur-sumur minyak di Indonesia 85%
sudah cukup tua[3]. Selain itu juga cadangan minyak
bumi di Indonesia sudah semakin terbatas. Oleh
karena itu ketergantungan akan bahan bakar fosil pada
jangka panjang tidak dapat dipertahankan lagi,
sehingga perlu ditingkatkan pemanfaatan energi baru
dan terbarukan. Dalam Kebijakan Energi Nasional
2003-2020, pemerintah menargetkan penggunaan
energi baru dan energi terbarukan sampai sebesar
5% dari total pemakaian energi. Biofuel sendiri
mendapat porsi lebih dari 1,3% . Bahkan diperkirakan
pada tahun 2009 mendatang, 2% dari konsumsi bahan
bakar nasional akan dipenuhi oleh biofuel

Published

2022-02-14

Issue

Section

Article