Penelitian Desain Lumpur untuk Mengatasi Terjadinya Pengendapan oleh Material Lumpur maupun Formasi akibat Pengaruh Temperatur Tinggi dan Kontaminan Fluida Formasi

Emanuella Emanuella W.Y.P., Panca Panca W, Risnawati Risna

Sari


Adanya tantangan untuk memperoleh produksi minyak dan gas telah memotivasi industri migas untuk melakukan pengeboran pada zona yang lebih dalam yang memiliki suhu dan tekanan jauh lebih tinggi. Kegiatan pemboran tersebut berhubungan dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh kondisi yang kompleks di formasi karena tingginya suhu, tekanan, juga adanya kontaminasi dari fluida formasi. Salah satu usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan membuat suatu program fluida pengeboran yang dapat meminimalisasi masalah pengeboran di lapangan yang disebabkan oleh pemakaian fluida pengeboran yang tidak tepat pada suatu formasi. Formulasi fluida pemboran di laboratorium dilakukan untuk memperoleh suatu formulasi yang tahan terhadap suhu, tekanan serta kontaminas, oleh karena itu pemilihan aditif merupakan suatu hal yang penting, terutama yang tahan terhadap suhu tinggi serta kompatibel satu sama lain. Lumpur diformulasikan pada berbagai berat jenis hingga 2.0 SG (16.7 lb/gal) atau lebih. Pada hasil akhir diharapkan tidak terjadi pengendapan material yang diakibatkan oleh penurunan fungsi aditif. Penelitian ini dilakukan dengan dua jenis lumpur yaitu lumpur berbahan dasar air dan lumpur berbahan dasar minyak. Minyak sintetis yang digunakan sebagai minyak dasar pada lumpur berbahan dasar minyak diperoleh dari Shell dan PERTAMINA. Informasi mengenai kelebihan dan kekurangan lumpur dari hasil penelitian diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki desain dan fungsi dari fluida pemboran di lapangan, terutama yang akan digunakan untuk pemboran sumur dalam.


Kata Kunci


Suhu Tinggi; Tekanan Tinggi; Kontaminasi; Lumpur Berbahan Dasar Air; Lumpur Berbahan Dasar Minyak

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Pertamina, 2005, Ulasan Teknis Oil Base Mud

(OBM) Manajemen Lumpur Minyak (Oil

Base Mud) Penggunaan dan

Penanggulangan Limbah Hasil Pemboran

(Waste Management), Oil Base Mud Program

Pertamina EP Cepu : PT. Matra Unikatama,

Jakarta.

Sadya Robani, MSc, 1984, Diktat Teknik

Kebumian dan Energi : Universitas Trisakti.

Pertamina, 2005, Material Safety Data Sheet

Smooth Fluid-05, Product: Oil Base Mud.

Shell MSDS, 2004, Material Safety Data Sheet

Shell Saraline 185V Edition Blumber 3.

Rubiandini Rudi R.S, Dr, Ing, Ir, 2005, Studi

Kelayakan Produk Oil Based Pertamina

Direktorat Pengolahan Sebagai Lumpur

Pemboran Oil Base Mud: Laporan Akhir LAPI

ITB.

Wahyudi Panca, dkk, 2009, Teknik Pemboran

Migas.

PPPTMGB Lemigas, 2002, Peningkatan

Kualitas Lumpur Terhadap Pengaruh

Temperatur dan Tekanan Tinggi.

PPPTMGB Lemigas, Teknologi Lumpur

Pemboran.

American Petroleum Institute, 1990, API Recommended

Practice 13B-2/ISO 10414-

Prosedur Pengujian Lumpur Berbasis Minyak.

American Petroleum Institute, 1990, API Recommended

Practice 13B-1 Prosedur Pengujian

Lumpur Berbasis Air.?




DOI: https://doi.org/10.29017/LPMGB.44.2.162