PENGARUH KENAIKAN TEKANAN UAP REID BENSIN ( RVP) TERHADAP GEJALA VAPOR LOCK DAN KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA KENDARAAN DI JALAN RAYA

Emi Yuliarita

Sari


Dalam sistem bahan bakar vapor lock dapat terjadi dimana saja. Apabila saluran bahan bakar, pompabahan bakar atau karburator menjadi sangat panas, bensin akan mulai menguap. Pembentukan uapbensin akan bertambah banyak, yang akhirnya akan menghambat aliran bahan bakar dari pompa bahanbakar, akan menyebabkan mesin mati (engine stalling) atau sulit dihidupkan (hard starting), kejadianitu disebut vapor lock, yang biasa terjadi pada cuaca panas. Apabila tekanan uap reid bensin (RVP)besar, maka bertambah mudah bensin tersebut menguap. Penelitian ini dilakukan melalui uji jalanmengacu pada metode dari CEC M09T84, 1984. (CEC Hot weather driveability Code of Practice foruse on Road, Track and Vechicles Dynamometer for vechicles with Spark Ignition Engine). Tujuandari penelitian adalah melihat terjadinya gejala vapour lock saat kendaraan menggunakan bensinyang mempunyai RVP 70kPa di jalan raya. Uji jalan menggunakan empat kendaraan uji tidak barudari berbagai merek kendaraan yang mempunyai populasi tinggi di Indonesia dengan trayek uji jalanadalah jalan raya yang banyak kendaraan/ ramai di dalam kota, dan jalan bebas hambatan . Uji jalandilaksanakan pada setiap cuaca panas. Hasil uji jalan dari ke empat jenis kendaraan tidak menunjukanterjadinya gejala vapor lock dilihat dari kemudahan start panas dan selama uji jalan tidak terjadi mesinmati. Pengamatan driveability pada kondisi kecepatan sedang dan kecepatan tinggi relatif normal.

Kata Kunci


tekanan uap reid, bensin, vapor lock, uji jalan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aama, Acea, Jama, 2014. ‘World Wide Fuel Charter

(WWFC)’, December.

ASTM D-323, 2012. ‘ Standard Test Method for Vapour

Pressure of Petroleum Products’, (Reid Method).

ASTM D-86, 2012. ’Standard Test Method for

Distillation of Petroleum Products at Atmospheric’.

Dirjen Migas, 2006. ‘Spesifi kasi Bahan Bakar Minyak

Jenis Bensin 88’, menurut surat Keputusan Dirjen

Migas No. 3674 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret

Dirjen Migas, 2013. ‘Spesifi kasi Bahan Bakar Minyak

Jenis Bensin 88’, menurut surat Keputusan Dirjen

Migas No. 933.K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret

Heywood, John B., 1998. ‘Internal Combustion Engine

Fundamentals’, McGraw Hill Book Company,

Automotive Technology Series, , Singapure, 1998

Jasjfi E., Nasution A.S., 1998. ‘The progress

Tower Cleaner Transportation Fuels in ASEAN’,

LEMIGAS Scientifi c Contribution 2, 1997/1998.

Keith Owen, Trevor Coley, 1995. ‘Automatic Fuels

Reference Book’, SAE, Inc. Warren tale, 1995.

Peraturan Menteri ESDM Republik Indonesia No.

, 2013 ‘Perubahan atas peraturan menteri ESDM

no 23 th 2008 tentang penyediaan, pemanfaatan

dan tata niaga bahan bakar nabati (Biofuel) sebagai

bahan bakar lain,’ Agustus 2013.

UOP, 1997. ‘The Challenge of Reformulated Gasoline.

The 1990 Clean Air Act Amendments” Des Plaines

Illinois.

US EPA, 1999. ‘Implementers Guide to Phasing

Out Lend in Gasoline’, Environmental Polution

Prevention Project Hagler Badly Services, Inc.

Alexandria.

Waissmann, J., 1972. ‘Fuels for Internal Combustion

Engines and Furnaces’, Lembaga Minyak dan Gas

Bumi, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.29017/LPMGB.49.3.1202