Bahan Bakar Nabati Biodiesel dan Jaminan Mutu Biodiesel

Yanni Kussuryani, Chairil Anwar

Abstract


Konsumsi bahan bakar diesel baik di sektor otomotif maupun industri kian meningkat yang berakibat perbandingan volume antara produksi dan konsumsi dalam negeri sudah tidak seimbang. Biodiesel dapat dimanfaatkan sebagai pencampur minyak solar atau sebagai salah satu pengganti minyak solar/minyak diesel, baik untuk bahan bakar transportasi maupun industri. Spesifikasi dan standar mutu Biodiesel (B-100) telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dalam SNI 04-7182-2006. Karakteristik dari produk biodiesel (B-100) yang dipasarkan harus memenuhi standar mutu biodiesel, begitu pula dalam campuran minyak solar, campuran tersebut harus memenuhi standar mutu sesuai acuan pada spesifikasi minyak solar/diesel yang ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi produk diperlukan untuk memberikan jaminan mutu kepada pelanggan. Sertifikasi produk menyatakan kesesuaian suatu produk yang dihasilkan secara berulang oleh suatu unit produksi terhadap standar produk atau regulasi teknis tertentu.


Keywords


biodiesel, produk; standarisasi; jaminan mutu; sertifikasi

Full Text:

PDF

References


Bangun Kilang Usul Bebas Bea Masuk Barang Impor, Jakartapress.com, Kamis, 30/04/2009

Hadi Suprapto, Impor Minyak Mentah 103 Juta Barel, VIVAnews, Kamis, 5 Februari 2009, 20:33 WIB,

Pertamina Tak Impor Lagi Solar dan Minyak Tanah, Jakartapress.com, Rabu, 11/02/2009.

Impor Solar dan Minyak Tanah Diperkirakan Menurun, TEMPO Interaktif, Kamis, 05 Februari 2009

Pengembangan Industri Biodiesel Sawit, Kompas, Selasa 18 Juni 2003.

Surawidjaya, dkk (2003), “Hubungan Antara Komposisi Minyak Nabati Bahan Mentah Dengan Kualitas Bahan Bakar Biodiesel”, Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Kimia dan Proses 2003, ISSN : 1411 – 4216.

Naskah Akademik Rancangan Kebijakan Biodiesel, PPPTMGB “LEMIGAS” Jakarta, 2005 , Hal. 16 dan 3 dari 33 Halaman.

Periode Januari-November 2009 Produksi CPO Astra Agro Naik 10,4%, VIVAnews, Selasa, 8 Desember 2009, 09:42 WIB

Standar Nasional Indonesia Biodiesel (SNI 04- 7182-2006), Badan Standardisasi Nasional, ICS 75.160.20.

Y. Zhang; 2003, Biodiesel Production from Waste Cooking Oil.

ASTM D 2709, Standard test method for water and sediment in middle distillate fuels by centrifuge.

ASTM D 1796, Standard test method for water and sediment in fuels oils by centrifuge method (laboratory procedure).

ASTM D 664, Standard test method for acid number of petroleum product by potentiometric.

AOCS Cd 3d-63, Acid Value of Fats and Oils.

ASTM D 974, Standard test method for Acid Number

ASTM D 1298, Standard test method for density, relative density ( Specific gravity ), or API Gravity of crude petroleum and liquid petroleum products by hydrometer method.

ASTM D 445, Standard test method for kinematic viscosity of transparent and opaque liquids (and calculation of dynamic viscosity)

ASTM D 613, Standard test method for Cetane number of diesel fuel oil.

ASTM D 93, Standard test method for flash – Point by Pensky – Martens closed cup tester.

ASTM D 2500, Standard test method for cloud point of petroleum products

ASTM D 130, Standard test method for corrosiveness to copper from petroleum products by copper strip test.

ASTM D 4530, Standard test method for determination of carbon residue (micro method).

ASTM D 1160, Standard test method for distillation of petroleum products at reduced pressure.

SNI 06-0706-1999, Cara Uji Distilasi produk minyak bumi

ASTM D 874, Standard test method for sulfated ash from lubricating oils and additives.

ASTM D 5453, Standard test method for determination of total sulfur in light hydrocarbons, motor fuels and oils by ultraviolet fluorescence.

ASTM D 1266, Standard test method for sulfur in petroleum products (lamp method).

AOCS Ca 12-55, Phosphorus (colorimetric).

AOCS Cd 1-25, Iodine value of fats and oils (wijs method).

ASTM Standards (2007 Edition), ASTM D 2500-05, Standard Test Method for Cloud Point of Petroleum Products.ˇ